Jumat, 30 Agustus 2013

Sang Pendiam (Katanya,hihihii…)



Oleh: Atin Rahmiastuti


Hari ini mungkin terasa tidak terlalu banyak kegiatan, jadi gak banyak juga yang bisa aku tulis. Pagi ini aku bersama dengan Pak Toni seorang yang sangat sangat Pendiam (kata guru-guru SMA N 1 Purwokerto) bertugas piket di ruang piket. Tidak banyak juga yang aku kerjakan di ruang piket, hanya mencatat beberapa siswa yang ijin keluar sebentar. Selain itu juga aku membantu Mas Zein seorang petugas tetap di ruang piket, untuk mendata siswa dan melakukan input absensi baru dengan menggunakan finger print. 

Di ruang piket aku Cuma duduk manis dengan Pak Toni, mau ngobrol tapi bingung, Pak Toninya saja diam seperti itu. Malahan ada yang mengatakan kalau Toni adalah anak yang lulus dari sekolah kepribadian. Gimana tidak dikatakan begitu? Dia sangat diam dan duduknya pun sangat sopan. Berbanding terbalik sekali dengan aku yang super brisik dan gak bisa diam…

Beralih dari perbincangan mengenai Pak Toni sang pendiam, di luar ruang piket siswa kelas XI berlarian. Mereka berbondong-bondong ke luar gerbang sekolah. Ternyata hari ini atlet bulu tangkis yang menjadi juara dunia yaitu M. Aksan dan Ahmad T di arak keliling kota Purwokerto. Siswa kelas XI SMA N Purwokerto diminta oleh pihak sekolah untuk ke depan gerbang supaya bisa melihat juara dunia tersebut dan dapat menginspirasi siswa supaya mengikuti jejak atlet tersebut menjadi juara dunia dalam kejuaraan apapun..

Yah mungkin kegiatan hari ini cukup sampai di sini, karena setelah pulang sekolah, kami hanya membantu membereskan perpindahan perpustakaan yang baru, yang sudah berlangsung selama beberapa hari…cukup leeelllaaahhh… :D

Rabu, 28 Agustus 2013

Coretanku di Minggu keempat



dariku Ma’rufah Mu’asyaroh

Rabu menjadi hari yang tidak terlalu ku pusingkan, karena memang setiap hari rabu diri ini dan kelompok kecil dari diri ini terbebas dari salah satu tugas. Pun halnya dengan rabu pagi ini. Rabu 28 Agustus 2013 Masehi atau satu minggu sebelum bulan Syawal berakhir menjadi hari yang luar biasa bagi diri kami.
agenda rutin pagi ini terlihat lebih ramai, laiknya awal kedatangan kami. Satu per satu berjajar menyambut para siswa yang siap dengan semangat tempur mereka *belajar. Kamipun demikian, kami menyambut mereka dengan penuh suka cita, semangat luar biasa. Semangat ini mulai tersulut setelah pada hari sebelumnya terjadi “pembakaran” dalam arti positif iya, karena memang harus ambiil sisi positifnya,


Walau diri ini terbebas dari salah satu tugas, tugas lain tetap masih menanti. List tugas sudah mengantri, mulai dari koordinasi dengan pihak” terkait (abrag-abrag dsb), memindahkan tempat tersimpannya barang” berharga kami ke perpustakaan baru, jalan” bersama atasan dalam rangka ngeprint, sampai menunggu sebuah toko buka, disitulah letak nikmatnya karena diterik matahari kami berjalan gontai menyusuri jalanan berdebu.
Debu yang diri ini temui di jalanan tadi mengikuti jejak hingga ke perpustakaan, yah karena memang sedang berbenah sehingga debu itu enggan beranjak. “Sang” sumber ilmu itu satu per satu masuk ke kandangnya, hampir saja ia mengenai si Empunya *dibaca embah* tapi untunglah, tangan mungil ini lekas menangkapnya. sampai tiba saatnya bel terakhir dibunyikan “Sang” sumber ilmu belum seluruhnya tertata rapi di kandangnya. Esok kan dilanjutkan, itulah janji yang tercetus dari diri ini.
Tak tega diri kami melihat rumah-rumah tanaman di belakang gedung nan kokoh ini kosong melompong, akhirnya diputuskan bahwa isi rumah itu harus segera diadakan, sehingga sampailah diri kami ke sebuah tempat yang penuh dengan ikan-ikan yang luar biasa besar. Di sanalah “BEJI” tempat mencari isi rumah pot-pot itu. Sampai diri kami bawa kembali isi rumah pot itu ke tempat yang seharusnya diri kami pun kembali menuju singgasana masing-masing melanjutkan tugas dan tanggung jawab *lagi.
Banyak istilah yang mungkin kurang dimengerti, atau bahkan tulisan ini cukup membingungkan. Yah tak apalah, karena saya senidiripun bingung. :D

Jumat, 23 Agustus 2013

Selasa “ISTIMEWA”



Selasa, 20 Agustus 2013, seperti biasanya pada pagi hari yang cerah bapak dan ibu PPL siap untuk menyambut siswa-siswa  SMA N 1 Purwokerto dengan suka cita. Setelah itu, kami meluncur ke tempat-tempat piket, diantaranya kesiswaan, guru piket, kurikulum, BK, dan perpustakaan. Namun saya tidak mendapa giliran piket sehingga harus tetap berada di base camp,,J
saat  itu juga, saya mendapat tugas observasi pembelajaran dikelas,,,pada awalnya sii ngantuk, tapi lama kelamaan asyik banget,,,satu kata lah “wow” untuk siswa-siswa SMA N 1 Purwokerto…luar biasaaa…
dan akhirnya setelah bel pulang berbunyi, kami menuju base camp dan memulai rapat,,dan akhirnya pulang…
hhhhmmmm,,ada yang lupa nih?
saat itu saya tidak langsung pulang karena saya bersama bapak awal mendapat mandat untuk mencari tanaman apotik hidup,,butuh perjuangan sekali, harus melawan hujan dan tanaman yang kami cari tidak kunjung kami dapatkan…heee
capenya sii,,,tapi kalau liat hasilnya nnti insya alloh kan memuaskan…aamiin..
tetep semangat teman-teman….:)
masih banyak kegiatan esok hari…
FIGHTING…!!!!!!!!!!!!!

By Fitriah

Kamis, 22 Agustus 2013

Selasaku Dalam Catatan



Oleh: Ais Rahmatika
   
Teruntuk kawan-kawan PPL KKN Terpadu SMA N 1 Purwokerto. Tetap semangat dan pancarkan aura positifmu dengan senyuman.

Selasa pagi yang cukup segar dan dingin. Kabut pagi masih sesak memenuhi ruas jalan yang dilalui. Semangat kami menghangatkan tubuh ini. Perlahan embun pagi membasahi jari-jari yang menggenggam erat. Langit biru membentangkan sayap pesonanya. Motif awan putih memberi kesan keramahan pagi itu. Sinar matahari mulai mengintip dari sela-sela awan putih yang sedikit menutupi. Dan tubuh ini makin terasa hangat, karena sang surya perlahan menebarkan kehangatan bagi semua makhluk. Kesibukan di pagi hari yang rumit dan apik.
Perpustakaan adalah ruangan yang akan ditunggui selama setengah hari, karena hari itu terjadwal piket di perpustakaan. Seperti biasa, senyum kami selalu mengembang menghangatkan mereka, yaitu warga sekolah termasuk bapak dan ibu penjaga perpustakaan. Tidak lupa salam dan sapa senantiasa mengikuti senyum tulus kami. Bu Erni adalah salah satu pernjaga perpustakaan yang mendampingi kami selama piket. Sehubungan dengan pemindahan perpustakaan ke gedung baru, maka ruang perpustakaan terlihat tidak semestinya. Ruangan ini dipenuhi oleh bertumpuk-tumpuk kardus yang berisi buku-buku.
Selanjutnya, oleh Bu Her kami diberi tugas membantu membuat kartu pengunjung perpustakaan yang memang sebelumnya belum ada. Kami mengguntingi setumpukkan kertas yang berwarna-warni, seperti pelangi. Merah, kuning, hijau, itu lah warna-warna yang ada pada kartu peminjaman. Perbedaan warna itu bertujuan untuk membedakan kelas yang satu dengan yang lain. Setelah kertas-kertas itu selasai digunting, lalu dimasukkan ke dalam name tag. Banyak pengalaman yang didapat dari beberapa cerita yang dituturkan oleh Bu Her dan Bu Erlin mengenai pengelolaan perpustakaan. Setiap apa yang terucap dari bibir Bu Her dan Bu Erlin kami tangkap dan dipahami dengan sungguh-sungguh. Karena pengalaman adalah guru terbaik, maka sudah semestinya kami mendengarkan dan memperhatikannya.
Akhirnya kegiatan kami pun dihentikan oleh sebuah suara yang menandakan bahwa semua aktivitas di sekolah harus berhenti. Bel pulang sekolah berbunyi. Piket hari itu pun selesai. Tidak capek, namun sedikit pegal-pegal pada jari tangan yang sedari tadi melipat, menggunting, dan memasukkan kertas berwarni-warni ke dalam name tag. Akan tetapi, piket di ruang perpustakaan cukup menyenangkan, karena kami diberi tugas membantu membuat kartu peminjama, jadi tidak merasa bosan. Selain itu, kami lebih mengenal siapa itu Bu Erlin dan Bu Her. Hubungan kami dengan penjaga perpustakaan diharapkan akan menjadi semakin baik.
Salam, sapa, dan senyum yang selalu mengembang kiranya dapat mengawali kegiatan apa pun untuk menjadi lebih baik dan menyenangkan. Kami berharap semua rangkaian kegiatan yang dilakukan dalam piket di berbagai ruangan, termasuk perpustakaan dapat bermanfaat. Mari, rapatkan barisan untuk bersama-sama menciptakan laskar pemetik prestasi. Tetap semangat!
Sekian dan terima kasih. Sampai jumpa di catatan selanjutnya...




BEDAH BUKU "ATLANTIS"


ANNOUNCEMENT

Lovely X GRADE STUDENTS of SMA N 1 Purwokerto, PPL UMP TERPADU will hold an agenda namely “BEDAH BUKU” with its great theme “Atlantis : The Lost Continent Finally Found” which is taken from a book written by Prof. Arysio Santos. This agenda will be held on Saturday, August 24, 2013 in Auditorium SMA N 1 Purwokerto, started from 09.00 A.M until 11.15 A.M. The spellbinder will be the Executive Director of Nusantara Centre, M. Yudhie Haryono, P.Hd. There is obligatory attendance foreighfor all of you (without any exception) since this agenda is really supported by our beloved school based on the coordination with the Vice Head Master for Curriculum affair. Touch us in our basecamp or call Arif Setiawan (085740071011) for further information. Thanks a million.

Best regards,
Committee

Rabu, 21 Agustus 2013

Monika said......


Bapak Ibu yang saya sayangi dan cintai :D
Saya akan berbagi pengalaman saya sewaktu saya piket di kesiswaan. Tadi saya bersama bu Nur ikut serta membantu bapak dan ibu guru yang bertugas di bidang kesiswaan yaitu untuk memberikan surat ijin kepada siswa siswi yang akan pergi keluar sekolah untuk kepentingan atau tujuan tertentu. Setelah itu saya ngobrol-ngobrol dengan bapak dan ibu guru yang berada di ruang kesiswaan. Memamng tidak membosankan karena banyak bergurau, ya semoga saja dapat menambah awet muda :D hehehe....


Tugas selanjutnya saya dan bu Nur membagi daftar siswa dan siswi kelas X dab kelas XI untuk mengisi kegiatan ekskul yang wajib diikuti bagi siswa siswi SMA N 1 Purwokerto. Memang capek si tapi hikmahnya jadi punya pengalaman dan olah raga  :D . Pada jam terkhir yaitu jam ke 8 saya mengajar di kelas XI IS 1, wahhh benar-benar wOOw,,, seru si nikmati.hehehe
Setelah bel sekolahpun berbunyi menunjukan waktu pulang sekolah langsung merapat dan sharing-sharing di aula. Mungkin kita memang harus banyak belajar ya :D
TETAP SEMANGAT BUAT TEMAN-TEMANKU PPL TERPADU SMA NEGERI 1 PURWOKERTO !!!! :D :D

SENJA KEMUNING TEK DUNG (Adaptasi naskah “HM1L” Karya Puthut Buchori)


BAGIAN 1
SEORANG GADIS BELIA SEDANG DIMARAHI OLEH IBUNYA YANG MENJADI ORANG TUA TUNGGAL. DIA TELAH MELAKUKAN KESALAHAN YANG TIDAK TERMAAFKAN OLEH KEDUA ORANG TUANYA.
SISI : Ibu, Sisi mau bicara sama ibu.
IBU : Iya nak, bicara saja. Sepertinya kamu sedang punya masalah. Tapi Sisi jangan sampai mengecewakan Ibu ya, Sisi tahu sendiri, Ibu sudah susah payah menyekolahkan Sisi seorang diri, ayah sudah lama meninggalkan kita.
SISI MENANGIS
IBU : Sisi kenapa menangis? Ayo bicara sama Ibu.
SISI : Bu…Maafkan Sisi. Sisi sudah nengecewakan Ibu.
IBU : Bicaralah nak, ada apa?

SISI : (semakin menangis) Sisi...Sisi hamil bu..
IBU : Sisi…(sambil berteriak histeris dan menangis)
SISI : Tolong Bu maafkan Sisi, Sisi bisa menjelaskan semuanya.
IBU : Kamu ini sudah ibu rawat sendiri, ibu besarkan, ibu sekolahkan, tetapi ini balasanmu. Ibu sangat kecewa!
SISI : Ibu…Sisi..
IBU : Selama ini ibu sudah bersusah payah membesarkanmu sendiri, tapi kamu balas air susu dengan air tuba! Daripada ibu punya anak sepertimu mending ibu tidak punya anak! Lebih baik ibu hidup sendiri! Tidak sudi ibu.. pergi kamu, pergi !!
SISI : Ibu…Ibu mengusir Sisi? Sisi anak ibu, maafkan Sisi, Sisi bisa menjelaskan semuanya.
IBU : Ibu tidak butuh penjelasanmu lagi! Yang jelas kelakuanmu sudah sangat mengecewakan Ibu! Tinggalkan Ibu sendiri!!!
BAGIAN 2
SISI SENDIRI, MELAMUN, MENERAWANG JAUH KOSONG.
SYAIR
ELIGI SISI
Langkahku memang salah, Hatiku tak terarah
Karna tergoda dosa aku dicampakan
Terusir dari dunia yang kucinta
Tersisih dari orang tercinta
Tak tahu harus kemana menapak
Agar tetap diterima dan dicinta
Aku butuh arah, tanpa dihantui aib, dosa dan sesal
Ini bukan salahku semata
Ini salah keadaan, ini salah suasana
Ini salah jaman yang menuntutku berbuat
Mengajariku untuk ringan melakukan

ANAK-ANAK BERGAYA PUNK BERTERIAK TANPA ATURAN, MENDEKATI SISI YANG MASIH SENDIRI.
SISI : Kalian ini siapa? Kok berdandan aneh?
PM : Atas nama pimpinan kaum punk, perkenalkan aku Punk Melankolis akan menjadi malaikatmu.
SISI : Apa, malaikat?
PM : Ya, malaikat yang dalam bahasa inggrisnya, sebentar…?
(membuka kamus) nah ini…angel (tetap dibaca angel)
SEMUA : hu,,,,enjel..!
PM : Ya, ucapanya seperti yang teman-temanku katakan tadi, maklum masih amatir..hehe
SISI : Kok malaikat?
PM : Ya jelas malaikat, karena kami akan menolongmu, (kepada kelompok punk) betul?
SEMUA : Tul !
PM : Karena kami tahu, kamu sedang kesusahan, (kepada kelompok punk) betul?
SEMUA : Tul !
PM : Karena kami tahu, kamu sedang kesepian, (kepada kelompok punk) betul?
SEMUA : Tul !
PM : Karena kami tahu, kamu sedang sendiri, (kepada kelompok punk) betul?
SEMUA : Tul !
PM : Karena kami tahu, kamu sedang butuh teman, (kepada kelompok punk) betul?
SEMUA : Tul !
PM : Good..good..good..begitulah kami, kompak.
JI-PUNK : Sudahlah friend, jangan ragukan solidaritas pertemanan kami, jangan remehkan kualitas perkawanan kami.
SISI : Ini siapa lagi?
PM : Oh, ini Ji-Punk, beliau ini adalah sekertaris kaum Punk.
SISI : Oh..ada sekertarisnya juga?
JI-PUNK : Meskipun kami ini kelompok inkonstitusional-marjinal, tetapi kami sangat aktual dan prinsipal…
SISI : Oh…
JI-PUNK : Oh ya friend, tadi ada instruksi dari kepala suku kami “ Bos Punk”. Beliau ingin menemui friend langsung.
SISI : Yang mana sih pimpinan kalian? Aku jadi penasaran.

KEMUDIAN SISI BERTEMU DENGAN BOS PUNK YAN TERNYATA DI LUAR DUGAAN, BERPOSTUR TUBUH KECIL DAN BISU.
SISI : (Tertawa geli)
Jadi ini bos kalian? Hallo bos..
BOS : naklanekrep ayas sob Knup
SISI : (Semakin geli)
Bos kalian???
BOS : ayi, ayas sob Knup, anapek !!
SISI : Yang bener?
BOS : (semakin marah)
Inareb amas ayas? Tail itnan apa ngay idajret!!!
JI-PUNK : Eh jangan main-main dengan bos, kalau marahnya memuncak ati-ati lho?

SISI MASIH TERTAWA, BOS PUNK SEMAKIN MARAH DAN KEMUDIAN DENGAN GUNA-GUNA MENYIHIR SISI HINGGA SISI JUGA IKUT BISU.
BOS : (Bahasa tidak jelas)
Uka rihis uak! 3X
SISI : (bahasa tidak jelas)
Apanek..apaek ayas? Araus ayas apanek?
SEMUA : Nah..bener kan?
SISI : (Protes)
Apanek rihinyem ayas idajnem itrepes ini?
BOS : (menjawab dengan santai)
Anarek idat umak ukejengem, ay utihal aynasalab.
SISI : (mencoba berpendapat)
Ipat uka idat aynah awatret, anerak sob hena.
BOS : (masih dengan santai)
Ay utilah kutneb umnakeje, amirt halajas.
SISI : (minta maaf)
Ayas atnim faam sob, ayas kadit naka itrepes uti igal. Ngolot sob, nakilabmek igal araus ayas sob?
BOS : (dengan penuh kebanggaan dan kemenangan, mengabulkan permintaan Sisi)
Supah rihis 3X
SISI : (bicara normal)
Ah…akhirnya aku bisa bicara lagi, terimakasih ya bos.

DARI KEJAUHAN TERDENGAR SUARA MUSIK DISCO DAN SUARA ORANG-ORANG TERTAWA PENUH KEGIRANGAN.
PKBN : Eh rombongan modis datang.
SEMUA MELIHAT BOS, LALU BOS BERBISIK KEPADA JI-PUNK.
PKBN : Kata Bos, kita harus sembunyi !

SEMUA ANAK PUNK BESEMBUNYI. ROMBONGAN MODIS DATANG MENDEKATI SISI.
MODELIA : Helo…what happen?
MODELINI : Are you cry, sweet heart?
MODMOD : Iya, kok sedih? Lagi galau yah?
SISI : Kalian ini siapa?
MODELIA : Kami ini penolongmu.
SISI : Penolong? Kok bisa? Penolong bagaimana?
MODELIA : Ya, penolong yang siap menampung segala curhat-curhatmu, keluh kesahmu, sakit hatimu, sedih sedanmu, dan…
MODENI : Menyulap kesedihan menjadi kebahagiaan. Kesusahan berubah keceriaan, jangan bĂȘte lah yaw!
MODELINI : Ya, kami akan membantumu untuk menciptakan kesenangan.
SEMUA : Yuhuu !
MODENI : Bermain ke awan yang penuh warna-warna.
SEMUA : Yuhuu !
MODELINI : Ke atas pelangi yang sudah dapat kami ciptakan sendiri setiap hari.
SEMUA : Yuhuu !
MODENI : Ke negeri para bidadari..
SEMUA : Yuhuhuhuuuu…
SISI : Tetapi biarlah aku pikirkan dulu, saat ini aku belum bisa berfikir jernih.
MODELIA : Itulah untuk menjernihkan pikiranmu, tak perlu pikir panjang..ayo…

TIBA-TIBA ANAK PUNK MUNCUL DIHADAPAN MEREKA
PARA PUNK : Jangan !!
PM : Ya, jangan ganggu teman kami, kami akan mati-matian membelanya.
PKBN : Sekali saja kalian memaksanya, awas!
MODMOD : Nantang ya? Berani ya? Memangnya siapa kamu?
PKBN : Aku Punk Kosong Berbunyi Nyaring.
MODMOD : Baik, aku layani. Modelia, maju! (tokoh Modelia maju)
PKBN : Untuk membela mati-matian, aku tak keberatan. Punk Melankolis, Maju!
PM : Lho kok aku? (setelah berpikir sejenak, akhirnya maju menantang Modelia) baik, oke sajalah…

DENGAN PENUH KEGAGAHAN PUNK MELANKOLIS MENGHADAPI MODELIA, TETAPI BELUM SAMPAI DI DEPAN MODELIA, DIA SUDAH MUNDUR.
PARA PUNK : Kenapa?
PM : Kasihan, gak tega aku…
BOS : (Berbicara tidak jelas)
Oya ujam! Kadit ulrep nahisak, ujam ajas!
PM : baikalah kalo itu kehendak bos, aku akan maju.
DENGAN PENUH KEGAGAHAN KEMBALI KE ARAH MODELIA. TAPI BELUM SAMPAI DI DEPAN MUDIL, PUNK MELANKOLIS MUNDUR LAGI.
PARA PUNK : Kenapa lagi?
PM : Gak tega..sungguh…yang lain sajalah.

TIBA-TIBA SALAH SEORANG DIANTARA MEREKA BERTERIAK “SERANG!!!” DAN TERJADILAH PERKELAHIAN MASSAL. HINGGA AKHIRNYA TERDENGAR SUARA SIRINE MOBIL POLISI, PARA MODIS DAN PUNK MEMBUBARKAN DIRI. SISI KEMBALI SEORANG DIRI.
ELEGI SISI 2
Sendiri lagi, mungkin sudah garis hidupku.. takdirku, tak bersama siapa-siapa..
Mereka meninggalkanku, mencampakan aku, hanya karena aku begini..
Aku memang salah, aku buta, aku tersesat
Karena lupa Gusti Allah, aku hamil di luar nikah.. aku hamil..
Aku menyesal
Harusnya aku tak berbuat seperti itu.
Tapi kini semuanya hancur, semuanya sia-sia..
Tuhan, ampuni aku Tuhan, aku sendiri....
Aku dikeluarkan dari sekolah, tidak diterima di rumah,
Aku lelah
Tuhan, tolong aku Tuhan,
Hanya karena nila setitik, rusak susu sebelanga
Aku lelah, lelah, aku lelah dan  Aku bosaaaaaaaaaaannnnnnnnn............


BAGIAN 3
TIDAK TAHAN DENGAN RASA SAKIT DAN SEDIHNYA, KEMUDIAN SISI PINGSAN. LALU MUNCUL SESEORANG MENOLONG SISI.
PENOLONG 1 : Aduh, siapa gadis cantik ini? Kasihan sekali dia terkapar seorang diri.
Kita harus menolongnya.
PENOLONG 2 : Iya ayo kita tolong dia.
PENOLONG 1 : Sepertinya ada yang tidak wajar dengan gadis ini, seperti ada kekuatan ghaib yang sedang mengganggunya.
PENOLONG 2 : Iya saya juga merasakanya, sebaiknya kita bawa di ke rumah mbah Sumin, sesepuh di desa kita. Mungkin saja dia bisa menyembuhkan sakit gadis ini.
PENOLONG 1 : Iya, ayo kita bawa sekarang…
SISI DIBAWA OLEH KEDUA PENOLONG TADI UNTUK DIRUAT DI RUMAH MBAH SUMIN. DI RUANG RUATBERBAU KEMENYAN YANG SANGAT KENTAL, SISI SUDAH DALAM KEAADAAN SIAP UNTUK DIRUAT. ASISTEN MBAH SAMIN MEMPERSIAPKAN SESAJIDAN UBO RAMPE, MBAH SUMIN MEMPERSIAPKAN DIRI UNTUK MERUAT SISI.
BAGIAN 4
Mbah Sumin : apakah sudah siap sesajinya?
Asisten : iya sudah siap semua Mbah.
Mbah Sumin : Baiklah, saya akan mulai ruwatan ini.
Asisten : Baik Mbah.
MBAH SUMIN MEMULAI DENGAN MEMBACA MANTRA SAMBIL MENGUNYAH DAUN SIRIH (NGINANG), SANG PENGGANGGU SISI MUNCUL UNTUK MENGGAGALKAN MBAH SUMIN DALAM MERUAT. KEMUDIAN TERJADI PERTEMPURAN SENGIT ANTARA SANG PENGGAGU DAN MBAH SUMIN YANG MENGAKIBATKAN RUANG RUAT BERANTAKAN. MBAH SUMIN PINGSAN, SANG PENGGANGGUPUN KALAH. SISI TIDAK SADARKAN DIRI. PEMENTASAN BERAKHIR.
LAMPU BLACK OUT.